AFT100 Peralatan Laboratorium Termal Konduksi Panas Keadaan Tunak dan Tak Tunak — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan1 Deskripsi
Konduksi panas adalah perpindahan panas di antara molekul-molekul individu dalam media padat, cair, dan gas di bawah pengaruh perbedaan suhu. Konduksi panas tunak (*steady*) adalah istilah yang digunakan ketika perpindahan panas dipertahankan secara permanen dan seragam melalui penambahan panas. Dalam konduksi panas transien (*transient*), distribusi suhu di dalam benda bergantung pada lokasi dan waktu.
Konduktivitas termal λ adalah sifat material yang bergantung pada suhu, yang menunjukkan seberapa baik panas merambat dari suatu titik di dalam material tersebut.
Alat ini dapat digunakan untuk mempelajari konduksi panas, baik yang bersifat tunak maupun transien. Unit pelatihan ini terdiri dari sebuah sumber panas dan sebuah penyerap panas (*heat sink*), di antara keduanya disisipkan sampel-sampel berbentuk silinder yang terbuat dari berbagai jenis logam. Setiap sampel dilengkapi dengan 12 titik pengukuran suhu. Titik-titik pengukuran suhu tersebut dirancang sedemikian rupa agar memberikan pengaruh seminimal mungkin terhadap suhu, sehingga suhu inti sampel dapat terukur dengan akurat.
Sumber panas terdiri dari sirkuit air panas yang dipanaskan secara elektrik. Sebuah pengontrol elektronik memastikan suhu air pemanas tetap terjaga pada tingkat yang konstan. Penyerap panas diwujudkan melalui penggunaan sistem pendingin air. Sebuah tangki penampung yang ditempatkan di posisi tinggi (*elevated tank*) memastikan laju aliran air pendingin tetap konstan.
Perubahan suhu yang mendadak (*temperature jump*) dapat dihasilkan melalui pengaturan laju aliran air pendingin yang tepat. Sebuah PC dapat digunakan untuk menampilkan distribusi suhu transien pada sampel, baik berdasarkan waktu maupun lokasi. Harga penawaran kami tidak mencakup PC.
Suhu pada sampel, air pemanas, dan air pendingin—serta daya pemanas listrik dan laju aliran air pendingin—ditampilkan secara digital pada panel kontrol (*switch cabinet*) dan dapat ditransmisikan secara simultan melalui koneksi USB langsung ke PC, di mana data-data tersebut dapat dianalisis menggunakan perangkat lunak yang telah disertakan. Nilai konduktivitas termal λ dapat dihitung berdasarkan data-data yang terukur tersebut.
2 Detail Teknis
Spesifikasi
studi mengenai konduksi panas tunak dan transien pada logam
penentuan nilai konduktivitas termal λ
sirkuit air pemanas sebagai sumber panas, diatur secara elektronik
pemanas listrik dengan pengontrol PID
tangki penampung tinggi (*elevated tank*) yang dilengkapi saluran luapan (*overflow*) untuk menghasilkan laju aliran air pendingin yang konstan
sampel yang terbuat dari 5 jenis logam yang berbeda
pengukuran suhu dan laju aliran air pendingin
tampilan digital: daya pemanas listrik, suhu-suhu terkait, dan laju aliran air pendingin
perangkat lunak untuk akuisisi data melalui USB (kompatibel dengan sistem operasi Windows 7, 8.1, dan 10)

3 Data Teknis
Pemanas
Daya keluaran: 800 W
Suhu: 20…85°C
Sampel, Ø 40 mm
3x 450 mm (tembaga, aluminium, kuningan)
2x 300 mm (baja, baja tahan karat)
Tangki pemanas: ± 2 L
Tangki pendingin: ± 0,5 L
Tangki elevasi: ± 6 L
Sensor suhu
12x termokopel tipe K, di sepanjang sampel
2x Pt100, di dalam air pendingin
1x Pt100, di dalam air pemanas
Rentang pengukuran
Suhu: 14x 0…100°C
Daya: 0…1000 W
Laju aliran: 0,1…2,5 L/menit
230 V, 50 Hz, 1 fase
230 V, 60 Hz, 1 fase; 120 V, 60 Hz, 1 fase
UL/CSA (opsional)
