• Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan
  • Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan

Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan

No.AFT103
AFT103 Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan
Dimensi
1200mm x 700mm x 1550mm
Kapasitas tangki
4L
  • Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan

Description

AFT103 Peralatan Laboratorium Termal Pengukuran Suhu — Peralatan Didaktik dan Pelatihan Kejuruan
1 Deskripsi
Berbagai proses fisik digunakan untuk mengukur suhu. Suhu dapat dibaca secara langsung pada skala ukur, misalnya melalui pemuaian media pengukur.
Dalam dunia industri, suhu sering kali diukur secara elektronik. Keunggulan pengukuran elektronik adalah kemudahan dalam melakukan pemrosesan lebih lanjut atau transmisi sinyal ke lokasi-lokasi yang jauh (seperti ke unit pengendali atau layar tampilan eksternal).
Alat pelatihan (trainer) ini dapat digunakan untuk melaksanakan dan membandingkan berbagai prosedur pengukuran suhu. Alat ini mencakup termometer cair, termometer bimetal, serta termokopel, termometer resistansi Pt100, dan termistor NTC—masing-masing dilengkapi dengan selubung pelindung yang berbeda—untuk keperluan pengukuran suhu secara elektronik. Sebuah psikrometer yang dilengkapi dengan dua termometer cair digunakan untuk mengukur kelembapan udara relatif.
Untuk membandingkan berbagai metode pengukuran tersebut, sensor-sensor suhu yang sedang dipelajari dipasang pada sebuah perangkat yang ketinggiannya dapat diatur, tepat di atas tangki eksperimen. Sebuah kipas angin berfungsi untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar (ambien) tetap hampir konstan. Tangki kedua, yang dilengkapi dengan pemanas yang dikendalikan secara elektronik, menyediakan air dengan suhu hingga mencapai sekitar 80°C.
Air yang telah dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu kemudian dialirkan ke dalam tangki eksperimen. Dengan menurunkan perangkat yang dapat diatur ketinggiannya tersebut, sensor-sensor suhu akan tercelup ke dalam air, dan proses pengukuran suhu pun dimulai.
Nilai-nilai hasil pengukuran dapat dibaca, baik sebagai nilai analog maupun nilai digital. Sebuah perekam garis (line recorder) 3 saluran mampu merekam nilai-nilai hasil pengukuran dari sensor-sensor suhu elektronik secara terus-menerus sepanjang waktu, sehingga memungkinkan pendokumentasian terhadap karakteristik respons waktu yang berbeda-beda dari setiap sensor. Perubahan suhu mendadak (temperature jumps) yang terdefinisi secara spesifik, serta perilaku suhu dalam kondisi tunak (steady) maupun transien, dapat dipelajari melalui alat ini.
2 Spesifikasi
Pengukuran suhu dalam kondisi tunak dan transien menggunakan instrumen pengukuran yang umum digunakan
Sensor suhu: termometer cair, termometer bimetal, Pt100, termistor (NTC), termokopel tipe K
Psikrometer untuk menentukan kelembapan udara relatif
Perubahan suhu mendadak (temperature jumps) yang terdefinisi hingga mencapai 80°C
Tangki eksperimen dan tangki pemanas yang dilengkapi dengan sistem kendali suhu, serta terisi penuh dengan air
Kedua tangki dilengkapi dengan alat pengaduk (stirrer)
Kipas angin yang berfungsi menciptakan suhu udara yang konstan di atas tangki eksperimen
Perekam garis (line recorder) 3 saluran untuk merekam nilai-nilai hasil pengukuran

3 Data Teknis
Pemanas
Daya keluaran: 2 kW pada 230 V, 1,5 kW pada 120 V
Kapasitas tangki: 4 L
Pengendali suhu
PID
Perekam garis (Line recorder)
3 saluran
Antarmuka serial
Sensor suhu
Termometer cairan dengan cairan organik
Termometer bimetal
Psikrometer
Termokopel tipe K
Termistor (NTC)
Pt100
Rentang pengukuran
Suhu: 0…100°C
Kelembapan relatif: 3…96%
230 V, 50 Hz, 1 fase
230 V, 60 Hz, 1 fase; 120 V, 60 Hz, 1 fase
Dimensi dan berat
PxLxT: 1200x700x1550 mm
Berat: sekitar 185 kg